Usianya baru 20 bulan. agak cerewet dan manja. mungkin karena bapaknya yang terlalu sayang padanya. ceria dan suka main. "yah, aen..aen. aen ni" pintanya sambil menyodorkan replika bayi. tanpa menghiraukan rasa cape yang menderanya, ayahpun langsunmg mengiyakan. " aen apa sayang?" tanya sang ayah sembari melepas senyuman. " amba ican ' jawabnya. "baik, ayah gambarin ya?" tanya sang ayah dengan pelannya. "yah" mahya dengan cepat menjawab. mahya dan sang ayahpun asik menikmati setiap goresan pena. tanpa terasa, adzan maghribpun berkumandang. "ayah..ayah, adzan" kata mahya '" oh iya, adzan. berarti ayah harus mandi dan kita sholat" timpal sang ayah dengan pnuh bangga. "yah" mahyapun mengizinkan sang ayah. mahya masih sibuk dengan penanya.
Mahya Labibah Azkia (MLA). itulah nama yang diberikan orang tuaku 1 tahun lebih 20 bulan yang lalu. tepat pukul 15.00 wib aku keluar dari perut bundaku dengan bantuan pak dokter di rumah sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Perlu perjuangan yang hebat untuk mengeluarkanku. Bersimbah peluh dan merintih kesakitan. "kasihan juga ya? batinku. Oleh karena itu aku g mau mengecewakan bunda. aku sayang bunda dan juga ayah. Oh ya, Ayah begitu baik dan perhatian. Untungnya ketika menjelang kelahiranku ayah sudah pulang dari Negeri Si Mata Sipit, Republic of China.Bunda senang sekali ditemani ayah. tanggal 07 bulan 07 tahun 2008 adalah tanggal saat aku menghirup udara di alam dunia. "Ya Allah jadikanlah aku ini anak yang berbakti pada orang tua dan pemimpin orang-orang yang shaleh" amin.